tapal batas kasat mata

Adalah seri karya dari rangkaian proyek ‘Prajurit Kalah Tanpa Raja’, yang menceritakan tentang permasalahan sosial yang terjadi di Yogyakarta. Salah satu kasus yang sedang hangat terjadi di Yogyakarta adalah masalah kepemilikan tanah/lahan yang kemudian biasa disebut SG (Sultan Ground). Sultan Ground adalah anggapan bahwa beberapa tanah yang telah dimiliki, atau digunakan dan bahkan memiliki sertifikat oleh warga sipil, tetap saja merupakan hak milik raja atau Sultan, yang mengacu pada perjanjian Giyanti (1755).

Keberadaan SG sampai saat ini masih belum memiliki kejelasan baik di hukum agraria negara maupun di peraturan daerah istimewa (perdais). Ketidakjelasan ini dimanfaatkan beberapa pihak untuk lekas-lekas mengakusisi kepemilikan lahan di Yogyakarta. Disaat yang sama situasi ini adalah bentuk kolonialisme baru, dimana kekuasaan digunakan untuk merepresi dan merebut hak warga lain, terutama dalam perampasan ruang hidup.

artwork-1492275498

Beberapa contoh kasus yang sedang terjadi di Yogyakarta saat ini adalah;

-Pemberian ijin pemerintah daerah Yogyakarta untuk mengksploitasi suatu daerah yang mempunyai sumber kekayaan alam tanpa memikirkan kepentingan warga sekitar. Dengan dalih membangun usaha yang ikut meningkatkan pendapatan daerah dan menyerap tenaga kerja, korporat mengeruk habis sumber daya dimana keuntungan terbesar hanya mengalir pada sekelompok orang tersebut.

-Perampasan suatu wilayah untuk alasan pembangunan kota, dengan menyingkirkan warga sipil yang memiliki hak atas tanah tersebut. Selain mencerabut hak hidup warga, pemerintah bekerja dengan penguasa-penguasa juga mengkapitalisasi lahan-lahan tersebut yang juga berimbas pada pembentukan mental dan cara hidup warga yang konsumtif.

Berdasar hal-hal tersebut, karya ini akan mengacu pada peta wilayah “kekuasaan” Yogyakarta. Peta tersebut tidak hanya berupa kartografi dengan skala yang lebih kecil, tetapi juga terdapat penanda yang sifatnya monumental, berupa gapura masjid Pathok Nogoro’ yang merupakan tanda tapal batas wilayah di Yogyakarta. Sebagai kerajaan yang berelasi kuat dengan budaya Islam, masjid merupakan sebuah bangunan penting yang juga berhubungan dengan dunia politik. Penaklukan suatu wilayah bisa saja berhubungan dengan dibangunnya masjid sebagai simbol kekuasaan.

5 Masjid pathok negoro yang ada di setiap penjuru wilayah Yogyakarta dipercaya sebagai batas wilayah kekuasaan Kraton Jogja saat itu.

Lewat simbol gapura tersebut, saya ingin membicarakan tentang samarnya Undang-Undang negara akan hukum agraria, dimana kemudian dijadikan lahan oleh negara dan penguasa untuk merebut hak dasar manusia, yaitu ruang hidup.

semua poto dokumentasi karya ‘tapal batas kasat mata’ oleh indoartnow

Advertisements